Jumat, 21 Oktober 2011


Manajemen Produksi dan Industri Kecil

Manajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan non manusia dalam rangka mencapai tujuan tertentu. llmu teknik manajemen didasari oleh konsep bahan tugas manajer (orang yang melaksanakan manajemen) yaitu untuk merancang dan mendukung pelaksanaan pekerjaan individu pada saat kelompok, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen semakin dibutuhkan setelah adanya pemisahan antara Rumah Tangga Kunsumen (RTK) dan Rumah Tangga Produsen (RTP), dalam hal ini adalah dua pihak yang paling membutuhkan, di mana konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai jenis barang yang disediakan produsen, dan produsen dapat menjual barang-barangnya yang betul-betul dibutuhkan konsumen sesuai dengan selera, mode dan daya belinya. selanjutnya



Pemerintah Akan Terapkan 24 Produk Wajib SNI di 2010


Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib bagi 24 produk. Produk-produk itu mencakup produk kabel listrik, elektronika, komponen otomotif, logam, mainan anak-anak, korek api gas, sepeda, meteran air, motor bakar, tangki air, kaca lembaran, keramik ubin, kloset, dan deterjen.
“Tahun 2010 ini kebijakan pemberlakuan SNI secara wajib akan diperluas, dengan total 24 produk,” kata Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, dalam acara rapat kerja dengan komisi VI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/5/2010).
Progres dari masing-masing produk tersebut:
1. Tahap pembahasan dan persiapan awal Produknya antara lain, penyambung pipa berulir dan besi cor maleabel hitam (SNI 0139:2008) masih dalam pembahasan awal.
Sementara produk yang sudah masuk  persiapan awal yaitu produk pengkondisi udara (SNI 04-6292.2.2.40-2005), produk lemari pendingin (SNI 04-6292.2.24-2003), produk mesin cuci (SNI 04-6292.2.7-2003, produk lampu swabalast (SNI IEC 60969:2009), produk motor bakar (SNI 0119:2009), produk aki kendaraan bermotor (SNI 0038:2009. 09-4326-1996), produk deterjen serbuk (SNI 19-7188.2.1-2006)
2. Persiapan Notifikasi ke WTO
Produknya antara lain produk baja BjLTE (SNI 07-0602-2006), produk baja profil (SNI 07-2610-1992, SNI 07-0329-2005, SNI 07-2054-2006, SNI 07-0052-2006 dan SNI 07-7178-2006). produk pelek kendaraan bermotor (SNI 1896:2008, SNI 4658:2008), produk meteran air (SNI 2547:2008), produk tali kawat baja (SNI 0076:2008, SNI 0727:2008) dan produk terpal plastik (SNI 7582:2010).
3. Tahap Sedang Notifikasi ke WTO
Produk baja BjD (SNI 07-3567-2006), produk sepeda roda dua (SNI 1049:2008), produk pompa air (SNI 04-6292.2.2.41-2003), produk sterika listrik (SNI 04-6292.2.3-2003), produk TV tabung CRT (SNI 04-6253-2003), produk korek api gas (SNI 19-7120-2005), produk plastik-tangki air slinder vertikal-polietilena (SNI 7276:2008), produk keramik ubin  (SNI ISO 13006:2010), produk kloset duduk (SNI 03-0797-2006) , produk  keramik tableware (SNI 03-0797-2006).
“Hingga saat ini menteri perindustrian telah menetapkan 53 SNI yang telah diberlakukan secara wajib,” jelas Alex.
Menurut Alex kebijakan penerapan SNI wajib bagi produk karena banyaknya produk impor yang murah dan bermutu rendah sehingg menyebabkan persaingan tidak sehat dan tekanan bagi industri dalam negeri.
“Dengan diberlakukannya SNI secara wajib terhadap suatu produk yang beredar di pasar maka, termasuk produk impor maka produk-produk tersebut harus memenuhi ketentuan SNI,” jelasnya.

Cara Strategi Menentukan Harga Produk Barang Dan Jasa - Manajemen Pemasaran

Ketika suatu perusahaan telah menetapkan harga dasar dari suatu produk barang atau jasa maka perusahaan dapat menentukan strategi harga dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga kompetitor, tujuan perusahaan dan daur hidup produk. Strategi tersebut dapat digunakan untuk produk yang baru maupun yang lama sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Berikut ini merupakan berbagai pilihan teknik / strategi penentuan harga :
A. Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru
1. Skimming Price
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2. Penetration Price / Harga Penetrasi
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.
B. Stretegi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen
1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty. Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.
2. Odd Pricing / Harga Ganjil
Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp. 100.000,-.
3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.ooo,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.
4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier.
5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.
C. Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga
Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari harga yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa. Diskon dapat diberikan pada umum dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade discount. Contoh : Bila membeli
D. Stretegi Penentuan Harga Kompetitif
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.
2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk baik barang maupun jasa diserahkan para pimpinan pasar / penimpin pasar dan tidak menetapkan harga sendiri.